TaRcy 2 cuP ’08

Tarcy 2 cup ‘o8 sudah mulai sejak hari Jumat, 7 November 2008.

Tarcy 2 cup  berlangsung dari 7-15 November 2008.

Kali ini tarcy 2 cup mengambil tema T-FOURTH

Acara  dimulai dengan upacara pembukaan Tarcy 2 cup, yang kira-kira diadakan pada jam 12.00 dan berlangsung hanya sekitar 1/2 – 1 jam.

Pada hari pertama dimulai dengan pertandingan basket antar SMA.

Yang tanding antara lain

” Vireta  vs  Yadika 2″                   * winner is Yadika 2*

“Santa Maria  vs  Ketapang”          *winner is Ketapang*

“Vianney  vs  Yasforbi”                 *winner is Vianney*

“Telkom  vs  78″                           *winner is Telkom*

Internet – Warnet

Internet atau interconnected network merupakan dua komputer atau bahkan jutaan komputer yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer dan saling berinteraksi serta bertukar informasi

Sekarang ini, internet semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.

Warnet banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, pelajar, profesional dan wisatawan asing.

Biaya akses internet umumnya dipatok per jam atau per menit.

Di negara-negara atau daerah-daerah maju di mana akses internet sudah ada pada hampir setiap rumah, warnet jarang didapatkan dan mahal tarifnya. Di daerah perkotaan (urban) sebuah warnet memiliki nama-nama umum panggilan lain seperti; Net Cafe, Cyber Cafe, atau Pesat Permainann Dalam Jaringan dimana sambungan internetnya dikhususkan untuk melakukan permainan komputer dalam jaringan. Sementara di daerah atau pinggir kota umumnya dikenal sebagai telecenter.

Di beberapa negara yang banyak mengandalkan sensor seperti RRC dan Singapura warnet-warnet dikontrol. Tetapi di negara-negara lain malahan diberi bilik-bilik pribadi supaya bisa mengakses pornografi tanpa dibatasi. Di Los Angeles, Amerika Serikat, warnet juga diawasi karena menarik geng-geng jalanan.

Warnet juga banyak terdapat di tempat-tempat umum dimana orang bersosialisasi seperti Mal, town square, dan sejenisnya. Namun beberapa dari tempat ini atau kafe-kafe tertentu ditempat ini memberikan jasa internet berupa koneksi Wifi (hotspot) yang biasanya gratis karena sudah satu paket dengan biaya yang kita keluarkan saat minum atau makan.

Live In 2008

Sekitar 3 minggu yang lalu, sekolah kami mengadakan acara live in. Tempat yang akan kami datangi adalah Kulonprogo, Yogyakarta. Tempat ini beradadi atas bukit. Jadi udaranya sangat sejuk. Nantinya kami akan menginap selama 3 hari di sana.

Perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta sungguh melelahkan. Kami tidak membayangkan bahwa perjalanannya akan memakan waktu yang sangat lama. Apalagi di dalam bus, saya merasa mau muntah dan sakit perut.

Sesampainya di sana, kami disambut oleh beberapa warga Kulonprogo dengan ramah dan mereka tidak marah walaupun rombongan kami datang terlambat. Lalu kami dibagi menjadi banyak kelompok. Satu kelompok hanya beranggotakan dua orang. Setelah itu, kami menuju rumah induk semang (orang tua asuh) masing – masing.

Saya satu rumah dengan Sanny. Kami tinggal di rumah Ibu Saminah. Ia adalah seorang guru matematika dan biologi di salah satu SMP yang ada di sana. Sesampainya di sana, kami disambut oleh keluarga dengan ramah. Ibu Saminah mempunyai 2 orang anak, yaitu Mas Gilang dan Mbak Anggi. Mas Gilang baru lulus SMA sedangkan Mbak Anggi masih berumur 3 tahun. Awalnya Mbak Anggi malu – malu dan tidak mau berbicara dengan kami. Tetapi setelah hari kedua kami menginap, dia mulai dekat dengan kami berdua. Bahkan dia selalu mengikuti keman kami pergi. Saya sangat senang sekali bisa dekat dan bermain dengan anak kecil.

Selama di sana, cukup banyak pengalaman baru yang saya alami. Antara lain menumbuk biji kopi dan memasak dengan kayu bakar. Walaupun Ibu mempunyai kompor minyak, ia lebih sering memasak menggunakan kayu bakar. Karena harga minyak tanah mahal, sehingga Ibu lebih memilih memsak menggunakan kayu bakar yang tidak perlu mengeluarkan biaya.

Waktu itu adalah hari pertama kami berda di sana.Karena sedang musim kemarau, maka Bapak tidak banyak pekerjaan. Jadi kami memilih untuk membantu Ibu menumbuk biji kopi yang habis dijemur. Ini adalah pertama kali saya melihat biji kopi yang masih hijau.

Saya dan Sanny bergantian menumbuk kopi. Awalnya kami senang sekali, tetapi lama – kelamaan kami capek juga karena cukup banyak biji yang kami tumbuk. Tangan saya sampai terasa dingin ketika menumbuk biji kopi. Biji kopi ditumbuk sampai biji terlepas dari kulitnya. Setelah itu, biji kopi ditampih sehingga kulitnya benar – benar terpisah dari bijinya. Terakhir biji kopi yang sudah bersih dari kulitnya dimasukkan ke dalam karung dan siap untuk dijual, tetapi belum bisa dikonsumsi.

Setelah itu, kami membantu Ibu memasak. Lalu untuk menambah lauk untuk makan malam, kami membuat oseng tempe. Tempe di sana berbeda dengan tempe yang ada di Jakarta. Bentuknya lebih kecil dan harganya hanya Rp. 300,00. Lalu Sanny memotong tempe sedangkan saya menumbuk bumbunya. Setelah selesai, kami diajarkan Ibu bagaimana cara menyalakan apinya. Ternyata tidak terlalu merepotkan dan sesulit yang saya bayangkan.

Lalu saya mulai mencoba memperbesar apinya dengan cara memasukkan blara ke bawah kompor dan dibakar bersama dengan kayu bakar. Blara adalah daun kelapa yang sudah mengering. saya sangat senang bermain api. Setelah itu kami mulai menmasak tempe tersebut. Tidak beberapa lama oseng tempe pun matang. Lalu kami mencicipi masakan kami sendiri, dari baunya sih kayanya enak, tapi setelah dicoba ternyata kurang garam. Kami tidak kecewa, karena ini baru belajar apalagi kami memsaknya dengan menggunakan kayu bakar. Saya sangat senang sekali, walaupun hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Namun ini merupakan pengalaman yang menyenangkan dan ingin diulang lagi.

Mungkin masih banyak pengalaman lain yang lebih menyenangkan lagi selama live in “yogya” kemaren. Jadi pengen lagi ke sana, coba lebih lama lagiii!!!!!!



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.