Sekitar 3 minggu yang lalu, sekolah kami mengadakan acara live in. Tempat yang akan kami datangi adalah Kulonprogo, Yogyakarta. Tempat ini beradadi atas bukit. Jadi udaranya sangat sejuk. Nantinya kami akan menginap selama 3 hari di sana.

Perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta sungguh melelahkan. Kami tidak membayangkan bahwa perjalanannya akan memakan waktu yang sangat lama. Apalagi di dalam bus, saya merasa mau muntah dan sakit perut.

Sesampainya di sana, kami disambut oleh beberapa warga Kulonprogo dengan ramah dan mereka tidak marah walaupun rombongan kami datang terlambat. Lalu kami dibagi menjadi banyak kelompok. Satu kelompok hanya beranggotakan dua orang. Setelah itu, kami menuju rumah induk semang (orang tua asuh) masing – masing.

Saya satu rumah dengan Sanny. Kami tinggal di rumah Ibu Saminah. Ia adalah seorang guru matematika dan biologi di salah satu SMP yang ada di sana. Sesampainya di sana, kami disambut oleh keluarga dengan ramah. Ibu Saminah mempunyai 2 orang anak, yaitu Mas Gilang dan Mbak Anggi. Mas Gilang baru lulus SMA sedangkan Mbak Anggi masih berumur 3 tahun. Awalnya Mbak Anggi malu – malu dan tidak mau berbicara dengan kami. Tetapi setelah hari kedua kami menginap, dia mulai dekat dengan kami berdua. Bahkan dia selalu mengikuti keman kami pergi. Saya sangat senang sekali bisa dekat dan bermain dengan anak kecil.

Selama di sana, cukup banyak pengalaman baru yang saya alami. Antara lain menumbuk biji kopi dan memasak dengan kayu bakar. Walaupun Ibu mempunyai kompor minyak, ia lebih sering memasak menggunakan kayu bakar. Karena harga minyak tanah mahal, sehingga Ibu lebih memilih memsak menggunakan kayu bakar yang tidak perlu mengeluarkan biaya.

Waktu itu adalah hari pertama kami berda di sana.Karena sedang musim kemarau, maka Bapak tidak banyak pekerjaan. Jadi kami memilih untuk membantu Ibu menumbuk biji kopi yang habis dijemur. Ini adalah pertama kali saya melihat biji kopi yang masih hijau.

Saya dan Sanny bergantian menumbuk kopi. Awalnya kami senang sekali, tetapi lama – kelamaan kami capek juga karena cukup banyak biji yang kami tumbuk. Tangan saya sampai terasa dingin ketika menumbuk biji kopi. Biji kopi ditumbuk sampai biji terlepas dari kulitnya. Setelah itu, biji kopi ditampih sehingga kulitnya benar – benar terpisah dari bijinya. Terakhir biji kopi yang sudah bersih dari kulitnya dimasukkan ke dalam karung dan siap untuk dijual, tetapi belum bisa dikonsumsi.

Setelah itu, kami membantu Ibu memasak. Lalu untuk menambah lauk untuk makan malam, kami membuat oseng tempe. Tempe di sana berbeda dengan tempe yang ada di Jakarta. Bentuknya lebih kecil dan harganya hanya Rp. 300,00. Lalu Sanny memotong tempe sedangkan saya menumbuk bumbunya. Setelah selesai, kami diajarkan Ibu bagaimana cara menyalakan apinya. Ternyata tidak terlalu merepotkan dan sesulit yang saya bayangkan.

Lalu saya mulai mencoba memperbesar apinya dengan cara memasukkan blara ke bawah kompor dan dibakar bersama dengan kayu bakar. Blara adalah daun kelapa yang sudah mengering. saya sangat senang bermain api. Setelah itu kami mulai menmasak tempe tersebut. Tidak beberapa lama oseng tempe pun matang. Lalu kami mencicipi masakan kami sendiri, dari baunya sih kayanya enak, tapi setelah dicoba ternyata kurang garam. Kami tidak kecewa, karena ini baru belajar apalagi kami memsaknya dengan menggunakan kayu bakar. Saya sangat senang sekali, walaupun hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Namun ini merupakan pengalaman yang menyenangkan dan ingin diulang lagi.

Mungkin masih banyak pengalaman lain yang lebih menyenangkan lagi selama live in “yogya” kemaren. Jadi pengen lagi ke sana, coba lebih lama lagiii!!!!!!

0 Tanggapan ke “Live In 2008”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.